Sebagai investor saham, sudah seharusnya Smart People mengetahui makna dari istilah-istilah yang erat kaitannya dengan investasi saham, di antaranya adalah bullish dan bearish. Kedua istilah fundamental ini secara umum digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar modal atau pasar saham. Simak pengertian berikut dengan perbedaan antara bullish dan bearish saham di bawah ini.
Apa Itu Bullish?
Istilah bullish merujuk pada kondisi di mana terjadi kenaikan harga saham di pasar modal. Penggunaan istilah bullish pada dasarnya digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar modal yang sedang mengalami tren kenaikan harga, namun tidak jarang juga digunakan dalam menggambarkan tren harga saham hingga karakter dari investor saham tersebut.
Saat saham ataupun pasar modal sedang dalam kondisi bullish, maknanya harga dari saham tersebut mengalami kenaikan secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu. Biasanya, suatu saham dianggap sedang mengalami bullish ketika harganya mengalami kenaikan hingga 20%. Kondisi bullish ini biasanya akan bertahan selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun.
Kondisi bullish berperan dalam makin mendongkrak harga saham, sehingga membuatnya semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena kecenderungan untuk membeli saham pada saat kondisinya sedang bullish. Para investor pun berpotensi untuk meraup imbal hasil yang lebih tinggi pada saat harga saham dan pasar modal sedang bullish.
Apa Itu Bearish?
Berbanding terbalik dengan kondisi bullish, ada yang namanya kondisi bearish. Pada saat sebuah saham ataupun pasar modal disebut dalam kondisi bearish, maknanya sedang terjadi penurunan harga yang berkelanjutan di periode waktu tersebut. Biasanya, kondisi bearish ditandai dengan penurunan harga saham hingga 20% atau bahkan lebih.
Jika kondisi bullish dipenuhi dengan rasa optimis akan terus meningkatnya harga saham, kondisi bearish malah dipenuhi dengan rasa pesimis dan ketakutan akan harga saham atau kondisi pasar modal secara keseluruhan yang akan makin menurun. Sentimen negatif memenuhi pasar modal pada kondisi bearish, membuat investor biasanya akan memilih untuk menjual sahamnya agar tidak merugi.
Meskipun kondisi bearish kerap ditakuti oleh banyak investor, namun tetap saja ada hal baik yang bisa dimanfaatkan saat kondisi pasar modal sedang bearish. Salah satu peran kondisi bearish adalah memungkinkan investor jangka panjang untuk menemukan banyak saham yang bernilai bagus dengan harga yang lebih rendah dibanding biasanya.
Bullish Vs Bearish, Apa Bedanya?
Arah Performa Saham
Perbedaan utama antara bullish saham dengan bearish saham tentu saja terletak pada arah performa dari saham tersebut. Saat kondisi sedang bullish, saham menunjukkan performa yang meningkat secara berkelanjutan, bahkan mencapai hingga 20% atau lebih. Sedangkan saat kondisi sedang bearish, performa saham mengalami penurunan karena sentimen negatif di pasar modal.
Posisi Investor
Perbedaan selanjutnya yang umum terjadi saat bullish ataupun bearish adalah posisi yang diambil oleh investor. Saat saham atau pasar modal sedang dalam kondisi bullish, investor dipenuhi dengan rasa optimis dan biasanya mengambil long position alias berharap asetnya akan terus mengalami kenaikan harga, sehingga potensi imbal hasil yang makin besar bisa didapatkan.
Sebaliknya, dalam kondisi bearish biasanya investor akan memilih untuk mengambil short position, seperti dengan melakukan penjualan atas aset saham yang dimilikinya. Hal ini dilakukan karena rasa pesimis akan performa saham yang terus-menerus mengalami penurunan, sehingga muncul ketakutan akan besarnya loss atau kerugian yang mungkin akan dihadapi.
Aktivitas IPO
IPO (Initial Public Offering) alias penawaran saham perdana biasanya dilakukan pada saat kondisi pasar modal sedang bullish. Hal ini disebabkan karena tingginya sentimen positif di pasar modal, yang kemudian bisa membuat investor merasa lebih tertarik untuk menginvestasikan uangnya dalam jumlah besar.
Hal yang berbeda ditunjukkan pada saat kondisi pasar modal sedang bearish. Biasanya, emiten menghindari untuk IPO pada saat kondisi pasar modal sedang bearish. Hal ini disebabkan karena biasanya investor tidak begitu tertarik untuk berinvestasi pada saat sentimen negatif di pasar modal sedang begitu tinggi.
Pertumbuhan PDB
Perbedaan antara bullish dan bearish juga bisa dilihat dari efeknya pada pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) atau GDP (Gross Domestic Product). Pada saat kondisi pasar modal sedang bullish, biasanya PDB mengalami pertumbuhan yang tinggi, salah satunya ditandai dengan makin meningkatnya angka penjualan.
Sebaliknya, saat kondisi pasar modal sedang bearish, PDB diekspektasikan akan mengalami pertumbuhan yang lambat. Selain itu, permintaan atau demand juga akan mengalami penurunan di bidang ekonomi, sehingga membuat angka penjualan pun juga turut menurun. Hal inilah yang kemudian membuat performa dari sebuah industri makin lama makin menurun.
Memahami perbedaan antara kondisi bullish dan bearish sangat penting bagi setiap investor saham. Dengan mengetahui kapan pasar bergerak naik atau turun, Anda dapat mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas. Gunakan pengetahuan ini untuk mengatur strategi yang efektif, baik saat pasar sedang optimis maupun pesimis. Ingatlah bahwa pasar selalu berubah, dan dengan persiapan yang baik, Anda dapat meraih imbal hasil maksimal dan meminimalkan risiko. Bergabunglah dengan komunitas investor yang cerdas dan terus belajar untuk menghadapi dinamika pasar yang selalu berubah!
Comments
Post a Comment